
Sejarah Pulau Tidung: Dari Kampung Nelayan Jadi Ikon Liburan
Desember 16, 2025
Snorkeling Pulau Pari – Spot Pemula, Air Bening, & Tips Aman
Januari 10, 2026Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKpS) menyimpan banyak kekayaan alam—bukan cuma terumbu karang dan biota laut, tapi juga flora pantai yang unik. Buat warga lokal maupun wisatawan Pulau Seribu, mengenal tanaman-tanaman ini bisa bikin pengalaman jalan-jalan jadi lebih “berisi”: kamu bukan cuma lihat hijau-hijau, tapi tahu namanya dan fungsinya.
Jadi, saat kamu berkunjung ke pulau-pulau yang masih masuk kawasan taman nasional, kamu bisa lebih peka: “Oh ini pandan laut,” “Ini ketapang,” atau “Ini santigi yang sering jadi bonsai.” Bonusnya, kamu jadi lebih paham kenapa area pesisir perlu dijaga—karena sebagian tanaman ini ikut melindungi pantai dari angin kencang dan abrasi.
Kalau kamu penasaran flora apa saja yang umum ditemukan di kawasan TNKpS, langsung saja cek daftar berikut.
Beragam Flora di Taman Nasional Kepulauan Seribu yang Perlu Kamu Tahu
Berikut beberapa jenis tanaman pantai yang relatif mudah kamu temui saat berlibur di Kepulauan Seribu (terutama di area pesisir, hutan pantai, hingga sekitar mangrove). Catatan kecil: tidak semua pulau punya komposisi yang sama—tergantung kondisi pantai dan zonasinya.
1) Pandan Laut

Pandan laut (juga dikenal sebagai pandan pasir atau pandan pudak duri) merupakan tanaman pantai yang sering tumbuh di area berkarang atau berpasir. Tanaman ini termasuk keluarga Pandanaceae dan punya bentuk khas: daun panjang, kaku, serta akar tunjang.
Bunga jantannya dikenal memiliki aroma harum dan tahan lama, sehingga di beberapa daerah dimanfaatkan sebagai pengharum. Daunnya juga bisa dianyam setelah dikeringkan, sedangkan bagian batangnya yang keras kadang dimanfaatkan sebagai bahan bangunan sederhana.
2) Butun

Butun adalah pohon pantai daerah tropis yang juga dapat kamu temukan di Kepulauan Seribu. Buahnya dapat mengapung di permukaan laut, sehingga kadang terlihat tersebar di sekitar garis pantai.
Pohonnya bisa tumbuh cukup tinggi dengan batang yang cenderung bercabang rendah. Beberapa masyarakat memanfaatkan bagian tertentu (misalnya biji) untuk keperluan tradisional. Meski begitu, untuk wisatawan, cukup kenali cirinya dan jangan sembarang mengambil bagian tanaman di kawasan konservasi.
3) Cemara Laut

Cemara laut (Casuarina) sering ditanam atau tumbuh di area pantai sebagai peneduh dan penahan angin. Cabangnya halus dan pepagannya (kulit batang) berwarna cokelat keabu-abuan. Di beberapa tempat, cemara laut juga populer sebagai bonsai untuk hiasan.
Baca juga: Spot Liburan Kepulauan Seribu Bersama Teman? Ini Tempatnya
4) Mengkudu

Mengkudu dikenal dengan banyak nama daerah, seperti pace atau cangkudu. Tanaman ini termasuk famili Rubiaceae dan kerap tumbuh di dataran rendah.
Di beberapa daerah, mengkudu dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan ramuan herbal tradisional. Untuk konteks wisata, yang penting: kamu bisa mengenali buahnya yang khas dan pohonnya yang tidak terlalu tinggi.
5) Santigi

Santigi (sering juga disebut drini) adalah tumbuhan perdu yang umum berkembang di pesisir berpasir, berkarang, atau tepi hutan mangrove. Bentuk batangnya khas: berbelok-belok dengan percabangan tidak teratur, sehingga banyak diburu sebagai bahan bonsai.
Di sisi tradisi, sebagian orang mengaitkannya dengan berbagai kepercayaan lokal. Di sisi lain, ada juga yang memanfaatkannya sebagai obat alternatif. Apa pun perspektifnya, di kawasan konservasi sebaiknya cukup dinikmati—bukan diambil.
6) Ketapang

Ketapang adalah pohon tepi pantai yang cepat tumbuh dan sering membentuk tajuk bertingkat (mirip pagoda saat masih muda). Karena daunnya rindang, ketapang sering jadi “penyelamat” saat matahari lagi niat banget.
Beberapa bagian tanaman ketapang dimanfaatkan untuk berbagai keperluan (mulai dari pewarna hingga bahan olahan tertentu), dan bijinya juga dikenal bisa dimakan setelah diolah.
Baca juga: Pulau Karya Kepulauan Seribu Memiliki Banyak Hal Menarik
7) Seruni Laut
Seruni laut (sering disebut seruni rambat) termasuk tanaman tahunan dari keluarga Asteraceae. Tanaman ini bisa ditemukan di area pantai berpasir, pinggiran mangrove, hingga kawasan hutan sekunder.
Seruni laut dikenal sebagai tanaman penutup tanah yang membantu mengikat permukaan dan mengurangi risiko erosi. Dalam pemanfaatan tradisional, sebagian orang menggunakan daunnya untuk pertolongan pertama pada luka ringan.
Tips Singkat Saat Mengamati Flora di Kawasan Taman Nasional
- Jangan memetik atau mengambil bagian tanaman (apalagi di zona konservasi).
- Amati dari jalur yang aman: pesisir berkarang bisa licin, jadi pakai alas kaki yang pas.
- Foto boleh, merusak jangan. Kalau mau close-up, cukup dekatkan kamera, bukan cabangnya.
- Tanya pemandu lokal kalau ada—biasanya mereka tahu nama lokal dan cerita menariknya.
Flora di Taman Nasional Kepulauan Seribu yang Perlu Kamu Kenal
Sekarang kamu sudah punya gambaran flora yang bisa kamu temui di Taman Nasional Kepulauan Seribu. Jadi saat berkunjung, kamu bukan cuma “lihat pantai”, tapi juga bisa belajar mengenali tanaman pesisir yang jadi bagian penting ekosistem. Semoga bermanfaat—dan ingat, di kawasan konservasi yang paling keren itu bukan pose, tapi kebiasaan jaga alam.




