Jarang Disadari, Inilah Fakta Misteri Pulau Bidadari di Kepulauan Seribu
July 17, 2019
Wajib Tahu! Begini Tips Wisata Murah Pulau Seribu Ala Backpaker
July 25, 2019

Liburan ke Pulau Seribu dewasa ini menjadi aktivitas yang digemari oleh masyarakat yang tinggal di Jakarta maupun sekitarnya. Pasalnya, beberapa spot wisata yang masuk ke dalam Kepulauan Seribu lokasinya berdekatan dengan pusat kota Jakarta. Tidak jarang, masyarakat yang sudah mulai penat dengan hiruk pikuk kota Jakarta memilih liburan ke lokasi terdekat salah satunya Pulau Seribu.

Saat berlibur ke Pulau Seribu ada banyak aktivitas yang dapat dilakukan. Mulai dari aktivitas ringan sampai aktivitas yang berhubungan dengan olahraga air dapat dilakukan di spot-spot Pulau Seribu. Beberapa aktivitas yang biasa dilakukan orang-orang yang berkunjung ke Pulau Seribu seperti jalan kaki, tracking, berenang, bermain di pantai, snorkeling sampai diving.

Tapi, meski ada sederet aktivitas yang dapat dilakukan saat berkunjung ke Pulau Seribu, faktanya ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan oleh para wisatawan yang sudah datang ke Pulau Seribu. Sebagai contohnya pada saat diving. Aktivitas diving menjadi hobi bagi sebagian pengunjung. Bahkan beberapa diantaranya memang bertujuan untuk diving saat pergi ke Pulau Seribu.

Diving merupakan aktivitas berenang di bawah laut yang sangat cocok Anda lakukan saat liburan ke Pulau Seribu. Aktivitas ini sangat menyenangkan terutama bagi mereka yang gemar melihat secara langsung biota laut. Salah satu aktivitas yang menyenangkan saat diving, yaitu melihat pemandangan terumbu karang. Sayangnya, ada hal yang tidak boleh dilakukan pada saat menyelam lho! Berikut adalah hal yang tidah boleh dilakukan saat ke Pulau Seribu.

Memegang Binatang Laut saat Liburan Ke Pulau Seribu

Menyelam ke dasar laut memang termasuk aktivitas yang menyenangkan sekaligus menantang. Dikatakan menantang karena aktivitas ini tidak dilakukan oleh sembarang orang. Dibutuhkan latihan rutin dan teknik tertentu agar mendarat dengan sempurna di bawah laut. Setiap gerakan yang dilakukan sedikit banyak akan mempengaruhi arah air dan biota di dalam laut.

Ketika liburan ke Pulau Seribu aktivitas menyelam atau diving dikatakan menyenangkan karena lewat kegiatan ini, beberapa orang dapat secara langsung melihat kehidupan yang ada di dalam air laut. Lewat kegiatan ini pula Anda dapat mencermati pergerakan binatang laut. Terlihat menyenangkan bukan? Ya, karena itu aktivitas ini kini mulai digemari oleh sederet anak muda.

Sayangnya, aktivitas penyelamanan tidak jarang dibarengi dengan hal lain yang sebenarnya tidak dibenarkan. Sebagai contohnya yaitu memegang binatang laut pada saat melakukan penyelamanan. Tidak hanya pada saat berwisata di Pulau Seribu saja, faktanya aktivitas memegang binatang laut juga tidak boleh dilakukan di tempat-tempat wisata lainnya.

Salah satu alasan pelarangan ini karena membayakan keselamatan. Pada dasarnya, memang binatang laut tidak memiliki sifat agresif apabila berada di perairan tenang misalnya danau maupun sungai. Namun, memegangnya bisa jadi membuat binatang laut menjadi terganggu sehingga akan mengeluarkan sifat agresif yang melukai sang penyelam. Apalagi gerakan badan penyelam mempengaruhi getaran air.

Merusak Biota Laut saat Liburan ke Pulau Seribu

Pulau Seribu menawarkan keindahan biotanya. Beberapa spot di Kepulauan Seribu bahkan sangat cocok untuk dijadikan sebagai lokasi snorkeling sampai diving. Aktivitas menantang inilah yang kemudian menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Namun, setiap aktivitas tentu saja memiliki resiko baik kecil maupun besar. Resiko ini harus dihadapi dengan tenang.

Salah satu resiko yang seharusnya bisa diantisipasi oleh pengunjung adalah serangan yang dilakukan oleh binatang laut mapun biota laut yang sudah menjadi habitatnya. Disadari atau tidak, serangan yang membahayakan keselamatan tersebut bisa terjadi karena kelailain. Bahkan kesengajaan yang dibuat oleh penyelam saat liburan ke Pulau Seribu.

Sebagai contoh adalah dengan sengaja menembak ikan di yang ada di dalam lautan tempat menyelam. Bahkan perusakan terumbu karang juga bisa terjadi oleh beberapa pengunjung Pulau Seribu. Bila ini tetap dilakukan tentu saja akan mengganggu ekosistem laut yang ada di Pulau Seribu. Apalagi perusakan tersebut tidak sejalan dengan program pemerintah.

Dewasa ini, pemerintah dan para pecinta selam sedang gencar mengupayakan kelestarian biota laut yang ada di Kepulauan Seribu. Menangkap dengan pukat dan menembak ikan tentu tidak selaras dengan program tersebut karena memungkinkan terjadinya kerusakan. Apalagi di Kepulauan Seribu terbagi menjadi tiga zona demi kelestarian lingkungan serta keseimbangan ekologi.

Buang Sampah di Laut saat Liburan Ke Pulau Seribu

Membuang sampah adalah rutinitas setiap orang dimanapun tempatnya. Membuang sampah seyognya dilakukan di tempat-tempat yang memang sudah disediakan sebagai tempat sampah. Baik pada saat liburan maupun di tempat-tempat vital lainnya. Membuang sampah secara sembarangan tidak dibenarkan karena daoat mencemari lingkungan. Apalagi bila hal tersebut dilakukan di laut.

Fakta yang terjadi di lapangan hingga kini kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lewat membuang sampah pada tempatnya masih kurang. Hal ini terbukti dengan ditemukannya sampah plastik yang tersangkut di kedalaman sekitar 20 meter dari laut. Tentu fakta ini cukup memprihatikan mengingat Kepulauan Seribu identik dengan pantai dan lautnya yang jernih membuat masyarakat tertarik untuk menyelam.

Program fun diving yang berujung penemuan sampah plastik juga mengingatkan masyarakat pada hancurnya ekosistem laut lantaran sampah-sampah yang mulai ditemukan di dasar laut. Ditambah lagi, sampah plastik merupakan benda yang susah untuk diuraikan. Sehingga apabila sudah berada di dasar laut, kemungkinan pencemaran masih akan berlangsung hingga puluhan tahun ke depan.

Karena itu, mengingat kerugiannya sangat besar pengunjung dilarang untuk membuang sampah di area pantai maupun saat berangkat diving. Sampah yang dibuang di pinggiran pantai ada kemungkinan terbawa arus pantai. Bila ini terus terjadi ada kemungkinan lingkungan biota laut cepat atau lambat akan punah. Sebaiknya, bawa sampah plastik ke tempat sampah apabila berada di pantai.

Menyelam Sendirian saat Liburan ke Pulau Seribu

Seperti yang disebutkan di atas, merupakan adalah aktivitas yang menantang sekaligus menyenangkan bagi sebagian orang. Apalagi bila aktivitas ini dilakukan seorang diri. Bagi beberapa orang, menyelam sendirian menjadi tantangan terbesar apalagi bila sampai pada kedalaman tertentu. Namun, meski aktivitas tersebut tampak membanggakan, Anda dilarang melakukannya.

Pulau Seribu terkenal dengan pantai dan spot menyelam yang menakjubkan. Karena itu, pengunjung akan tergiur untuk melakukan penyelamanan sendiri tanpa ada pendampingan. Penyelamanan jenis ini membahayakan keselamatan. Pasalnya tidak ada yang bisa menebak kejadian yang mungkin terjadi dalam laut saat seseorang menyelam ketika liburan ke Pulau Seribu. Terlebih pada saat cuaca sedang tidak baik.

Penyelamanan yang baik seharusnya didampingi oleh buddy atau seorang teman yang mahir menyelam. Bila tidak ada yang bisa menyelam, pengunjung disarankan menyelam bersama divemaster. Para penyelam juga harus mengantongi izin terlebih dahulu apabila hendak menyelam di spot penyelamanan Pulau Seribu. Tujuannya tidak lain adalah untuk keselamatan.

Larangan pada dasarnya dibuat juga memiliki tujuan yaitu untuk keselamatan. Apalagi Pulau Seribu merupakan tempat wisata yang didominasi dengan spot pantai dan laut. Karena itu apa saja kemungkinan bisa terjadi di tempat wisata ini. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sudah seyogyanya para pengunjung memperhatikan aktvitas yang dilarang saat liburan ke Pulau Seribu.

 

Comments are closed.